JAKARTA – indhiemedia.com | Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pangkat pertama yang diterima para perwira remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan amanah sekaligus kepercayaan dari seluruh rakyat Indonesia. Perwira juga diminta untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan rakyat Indonesia.
“Saya ucapkan selamat kepada saudara-sadara yang resmi diangkat sebagai perwira TNI dan Polri di tahun 2026,” kata Presiden dalam amanatnya pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).
Upacara Praspa 2026 ini melantik 1.177 perwira remaja TNI-Polri. Perwira dilantik yang terdiri dari 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), serta 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
Dalam amanatnya, Presiden menekankan kesetiaan kepada negara. “Setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama setialah kepada rakyat Indonesia. Jangan pernah ada kepentingan apapun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa,” kata Presiden.
Perwira yang diambil sumpah dan dilantik ini, dikatakan bukan lagi menjadi milik dirinya sendiri. “Mulai hari ini, saudara bukan lagi milik dirimu sendiri. Mulai hari ini, sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara. Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggungjawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa,” kata Presiden.
Prabowo sebagai Kepala Negara juga menyampaikan, tugas seorang perwira tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga selalu hadir di tengah-tengah rakyat. Presiden pun mengapresiasi keterlibatan para calon perwira dalam penanganan bencana di Pulau Sumatra sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. “Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya. Saya gembira bahwa angkatan ini terlibat langsung dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan saudara,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa sumpah yang telah diucapkan merupakan janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Presiden meminta para perwira untuk memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Labih lanjut dikatakan, Presiden turut mengingatkan bahwa dunia berubah sangat cepat dan tantangan persaingan global makin ketat. Ancaman, menurut Presiden tidak hanya datang dari senjata, tetapi perang siber dan informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya. “Saudara-saudara sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kita, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak dan bahasa asing. Perwira masa depan harus unggul dalam karakter disiplin, kepimpinan, dan penguasaan sains dan teknologi,” kata Presiden Prabowo.
Dalam pelantikan ini, Kolonel Inf. Mario Christian Noya bertindak selaku komandan upacara dan Perwira Upacara Brigjen TNI Arynovian Hany Sampurno. Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan Keppres Nomor 69 TNI Tahun 2026 dan Nomor 70 Polri Tahun 2026 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.
Presiden juga menyematkan tanda pangkat perwira sebagai simbol penghargaan atas prestasi akademik dan kepemimpinan kepada empat perwira remaja penerima Adhi Makayasa. Keempat perwira remaja tersebut, yakni:
- Letda Inf. Calvin Tidar Sakti, lulusan Akmil;
- Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra, lulusan AAL;
- Letda Pnb. Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman, lulusan AAU; dan
- Ipda Harindra Arsandho Tegarbaja, lulusan Akpol. (*)
sumber: setpres


