Lanal Lampung Jadi Pangkalan Kapal Induk Pertama Indonesia, Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi. [foto: wikipedia]

JAKARTA – indhiemedia | TNI Angkatan Laut (AL) menyatakan pihaknya telah mempersiapkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung menjadi salah satu tempat berlabuh dan bersandar kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Jakarta, Senin (13/7/2026), mengatakan, Lanal Lampung ditetapkan karena beberapa pertimbangan, di antaranya lokasi Lampung yang strategis.

Karena itu, pihaknya sedang mempersiapkan banyak hal di Lanal Lampung di antaranya pengembangan fasilitas dan wilayah Lanal agar mendukung kebutuhan operasional kapal induk. TNI AL juga telah menyiapkan personel dan akan diberangkatkan ke Italia. Seluruh fasilitas itu akan selesai dibangun sebelum kapal induk Garibaldi datang ke Indonesia sebelum hari jadi TNI pada Oktober 2026.




Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.Kapal induk Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama milik Indonesia. Saat ini kapal ini sedang di-upgrade di Taronto, Italia sebelum diserahkan ke Indonesia. Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal induk Garibaldi adalah kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia, dan kapal Italia pertama yang dibangun untuk mengoperasikan pesawat sayap tetap. Kapal ini sebelumnya pernah terlibat dalam operasi udara tempur di lepas pantai Somalia, Kosovo, Afganistan dan Libya. Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini juga dilengkapi dengan pesawat short take-off and vertical landing (STOVL) dan helikopter.

Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata, seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 milimeter tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM.

Kapal induk ini dibuat perusahaan asal Italia, Fincantieri. Dari perusahaan ini, Indonesia juga memiliki dua kapal perang yaitu KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.

Sedangkan nama kapal ini, yaitu Giuseppe Maria Garibaldi (1807–1882) adalah seorang patriot Italia dan tentara Risorgimento yaitu suatu gerakan politik yang menyatukan negara-negara berbeda di semenanjung Italia ke dalam sebuah negara tunggal Kerajaan Italia pada abad ke-19. Dia memimpin banyak kampanye militer yang menghasilkan pembentukan Italia modern. Garibaldi sering dijuluk “eroe dei due mondi” atau “pahlawan dua dunia” karena petualangan militernya di Amerika Selatan dan Eropa.

Namun, nama kapal induk ini nantinya akan berubah di Indonesia. Paling tidak, nama Mahapatih Gajah Mada dan Panglima Besar Jenderal Sudirman telah diusulkan untuk menjadi nama kapal induk pertama ini. (*)