Dilantik Sebagai Kepala BGN, Sudaryono: “Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun…”

Sudaryono saat menerima Bintang Mahaputera Pratama dari Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025 di Istana Negera, Jakarta. [foto: dok.sudaryono]

JAKARTA – indhiemedia.com | Dr. Sudaryono Eng., M.M, MBA resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Pengangkatan Sudaryono didasarkan pada Keprres Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. “Tentu saja saya di momen yang baik ini, mengucapkan, bersyukur dan juga innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” kata Sudaryono,” kata Sudaryono pascapelantikan, “Artinya segala sesuatu berasal dari Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah. Insya Allah saya akan terus berjuang dan berusaha untuk bekerja sebaik mungkin.”

Dia juga mengapresiasi Ketua BGN sebelumnya, Nanik S Deyang, dan mendoakan Nanik yang saat ini berjuang untuk kesehatannya dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Sudaryono mengatakan, jabatan sebagai Kepala BGN merupakan amanah yang besar. “Ini amanah yang sangat besar bagi saya, karena program Makan Bergizi Gratis adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas Pak Prabowo dan Pak Gibran,” kata Sudaryono pascapelantikan.

Sedang mengenai BGN sendiri, Sudaryono mengakui ada perbaikan yang harus dilakukan dan terjadinya pelanggaran persoalan tata kelola di BGN. Dia menegaskan transparansi di BGN akan menjadi keharusan. “Ini PR besar yang tentu saja saya sebagai Kepala dan dibantu dua Wakil Kepala dan seluruh jajaran BGN, dan tentu saja didukung kabinet kementerian lembaga lain akan bekerja keras untuk memperbaiki yang harus diperbaiki,” katanya. “Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi, segalanya mesti terang-benderang.”

Sudaryono melanjutkan, program MBG dibiayai oleh rakyat dan karena itu harus diperuntukkan untuk rakyat. “Ini adalah anggaran besar, yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat,” tegas Sudaryono. “Setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul harus sesuai tujuan program. Jadi bukan hanya menyediakan makan, tetapi juga gizi yang sesuai yang baik untuk anak-anak kita, ibu-ibu hamil, menyusui dan para lansia.”

Sudaryono juga menyinggung efek positif MBG pada dunia pertanian. “Karena background kami adalah wakil menteri pertanian, adalah bagaimana efek positif dari produktivitas pertanian kita yang terserap dengan program MGB ini,” kata Sudaryono yang bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sukses membuat Indonesia swasembada pangan. Sudaryono adalah menerima Bintang Mahaputera Pratama pada 25 Agustus 2025 lalu karena berkontribusi luar biasa dalam bidang pertanian.

Sudaryono juga meminta doa, dukungan dan siap menerima masukan dari seluruh masyarakat dan stakeholder untuk bisa amanah dan menjalankan program ini sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya.

Sudaryono lahir 23 Januari 1985 di Grobogan, Jawa Tengah. Dia merupakan alumni terbaik SMA Taruna Nusantara (2003), Akademi Pertahanan Nasional Jepang (B.Eng), Universitas Swiss German (MM, MBA) dan Doktor dari Institut Pertanian Bogor. Dia sebelumnya adalah Wakil Menteri Pertanian RI 2024-2026, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (2023) dan merupakan asisten pribadi Prabowo Subianto selama 2009-2014. Bersekolah di Jepang, membuat Sudaryono fasih berbahasa Jepang. (*)