Ayatullah Ali Khamenei Dimakamkan, Jutaan Orang Menangis

Jutaan rakyat Iran menangis saat proses pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei sejak 4-9 Juli 2026. [foto: afp]

Khamenei syahid setelah dibunuh oleh Amerika Serikat dan Israel melalui serangan udara pada 28 Februari 2026 lalu.

***

TEHERAN – indhiemedia | Jutaan warga Iran menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei di Teheran, Sabtu (4/7/2026). Isak tangis ada di mana-mana sambil mengirimkan pesan bahwa Iran akan terus menuntut balas atas Amerika Serikat dan Israel. Khamenei menjadi syahid setelah dibunuh oleh Amerika Serikat melalui serangan udara pada 28 Februari 2026 lalu.

Proses pemakaman Ali Khamenei berlangsung mulai 3-9 Juli 2026 mulai dari persemayaman negara pada Grand Musalla, Teheran, lalu prosesi di Qom, serta di kota-kota Irak seperti Najaf dan Karbala, sebelum pemakamannya di kompleks pemakaman Imam Riza di Mashhad, Iran.

Peti jenazah Khamenei yang dibawa ke lokasi pemakaman dipajang di tengah panggung dan diselimuti bendera. Ditempatkan di atas platform yang ditinggikan di halaman tengah, peti itu dikelilingi kaca dan dijaga oleh personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pemakaman itu dikawal kendaraan lapis baja, senapan mesin berat, dan penembak jitu terlihat di seluruh area sekitar upacara perpisahan.




Para pengunjung pria dan wanita dipisahkan oleh penghalang besar untuk menghormati nilai-nilai Islam. Nyanyian dan slogan-slogan keagamaan menggema dari pengeras suara di sekitar kompleks. Bendera merah yang dikaitkan dengan kemartiran dan pembalasan, terlihat di seluruh lokasi peringatan Grand Mosalla di Teheran dan pertemuan massal lainnya. Gambar kepalan tangan Khamenei terpajang dengan latar merah dan hitam disertai tulisan “kita harus bangkit”. Video yang diedarkan oleh media pemerintah menunjukkan kerumunan orang meneriakkan “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel” di sejumlah stasiun metro.

“Kami semua di sini untuk membalas dendam atas pemimpin kami,” kata Fatimah, seperti dilansir dari Al Jazeera. “Kami semua akan mendengarkan putranya. Dia akan memimpin revolusi ke depan.”

Putra Ali Khamenei yang dimaksud adalah Mujtaba Hosseini Khamenei. Mujtaba Khamenei telah dipilih oleh ulama-ulama Iran pada Maret 2026 kemarin sebagai pengganti ayahnya menduduki posisi Pemimpin Tertinggi Iran.

Namun, Mujtaba Khamenei tidak tampak dalam pemakaman itu. Hingga kini, Mujtaba belum pernah dimunculkan di hadapan publik Iran secara langsung. Faktor perlindungan dan keselamatan terhadap dirinya menjadi prioritas utama setelah Iran harus kehilangan pemimpin tertinggi, pemimpin dan komandan militer dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, syahidnya Ali Khamenei dan pimpinan Iran lainnya telah membuat dukungan yang jauh lebih kuat bagi pemerintah Republik Islam sejak Revolusi Islam Iran 1979 lalu menggulingkan Kerajaan Persia yang dipimpin shah terakhir Iran, Muhammad Reza Shah Pahlavi. Dukungan rakyat Iran yang diberikan sejak Ali Khamenei terbunuh menggumpal dengan kehadiran mereka di pemakaman itu. Kehadiran itu telah diperkirakan sama dengan warga Iran yang menghadiri pemakaman Pemimpin Revolusi Iran, Ayatullah Khomeini pada 1989 lalu. (*)