Hidangan untuk Orang Dzalim

ILUSTRASI – hidangan [foto: indhiemedia.com]

… doa dan air mata orang-orang yang didzalimi akan langsung dibawa ke atas awan.

***

ORANG dzalim akan berkumpul dengan orang-orang dzalim. Tuhan, sibukkanlah mereka-mereka itu. Sibukkanlah orang-orang dzalim dengan orang-orang dzalim lainnya. Mereka-mereka yang terus merancang kejahatan demi kejahatan dan melakukannya, memanipulasi kebenaran, melancarkan fitnah dan tipu daya, lalu tersenyum licik, dan tertawa terbahak. Lantas, menikmati kedzaliman itu seperti laiknya hidangan di atas meja kaca mereka.

Ketika mereka meminta maaf kepadamu, maka janganlah kau terkecoh. Di situlah kedzalimannya semakin terang seperti siang. Kura-kura dalam perahu, berpura-pura memanglah tabiat para penipu. Tiadalah guna kau nyatakan maafmu, tapi senyum licikmu kau sembunyikan di ujung bibirmu. Sama saja; yang kau nyatakan atau yang kau sembunyikan, sama saja.

Ingatlah! Doa dan air mata orang-orang yang didzalimi akan langsung dibawa ke atas awan; menuju kekuasaan, kemuliaan, dan kebesaran Tuhan: tanpa penghalang. Takkan ada penghalang…

Duhai engkau-engkau yang didzalimi, bersabarlah. Pertolongan pasti datang, pasti. Sekalipun nanti, dia pasti datang. Pasti akan datang seperti pastinya kematian dan hari pembalasan. Berdoalah terus: Oh Tuhan kami, selamatkan kami, selamatkan kami, tolonglah kami dari kejahatan kedzaliman mereka.

Namun demikianlah, bagi orang-orang dzalim, peringatan dan nasihat akan sama saja di telinga mereka. Orang dzalim tentu tak akan mengindahkan peringatan itu, bukan? Terserahlah, terserah kau, terserah kalian saja. Tapi, Tuhan tidak akan pernah lupa, tidak lengah, dan tidak pernah tidur. Walau kau akan ingin sekali menganggap hal sebaliknya, menganggapnya tak ada, omong kosong belaka, bukan? Apalagi ketika kau merasa pembalasan tak kunjung tiba ke dirimu, kau pun akan merasa senang, tenang. Lalu, kau pun mungkin akan lupa dengan kelakuanmu itu. Kau pun tertawa-tawa kembali dengan gerombolanmu itu.

Begitulah. Tuhan akan mengumpulkan orang-orang dzalim dengan orang-orang dzalim lainnya. Menyibukkan mereka. Lalu… (*)


[iwan.indhie] – februari 2024