PT Danantara Sumberdaya Indonesia Sudah Kelola Devisa 10,5 Miliar Dollar AS

Wisma Danantara Indonesia di Jakarta. [foto: dok. danantara]

JAKARTA – indhiemedia.com | Sejak PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) beroperasi, DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar Dolar AS. PT DSI yang merupakan instrumen negara dalam memperkuat tata kelola sekaligus konsolidasi ekspor komoditas strategis milik bangsa Indonesia, diumumkan pada 20 Mei 2026 dan mulai beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026 lalu.

“Baru satu bulan, dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar Dolar AS. Dan ternyata dari angka yang masuk, sebelum ada PT DSI, gap perbedaan antara harga dijual di Indonesia dan harga dijual internasional, itu kurang lebih beda minimal 30%, mendekati 40-45%,” kata Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026)

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional melalui reformasi tata kelola sumber daya alam, percepatan investasi strategis, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.

Dia menjelaskan, pemerintah memutuskan membangun sistem ekspor satu pintu sebagai langkah untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah dapat memastikan seluruh proses ekspor berlangsung secara transparan sekaligus mengoptimalkan penerimaan devisa negara dari kekayaan alam Indonesia. “Kita bangun sistem ekspor satu pintu agar negara mengetahui berapa yang diekspor, kepada siapa dijual, berapa harga sebenarnya, berapa devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia. Itu tujuannya,” tegas Presiden Prabowo.

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Presiden Prabowo membentuk PT DSI yang diumumkan pada 20 Mei 2026 dan mulai beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026. “Saya ingatkan, semua komoditas adalah milik bangsa Indonesia. Bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya, itu milik bangsa Indonesia. Nikel, karet, semuanya, kelapa sawit, batu bara, emas. Sehingga, kita terapkan ekspor satu pintu, dan kita dirikan PT DSI, Danantara Sumber Daya Indonesia,” tegas Presiden. Dalam waktu satu bulan lebih sejak beroperasi, PT DSI telah mengelola devisa dalam jumlah signifikan sekaligus mulai memperkecil kesenjangan harga ekspor komoditas Indonesia dengan harga di pasar internasional.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik-praktik yang merugikan negara maupun pelaku usaha yang tidak mematuhi ketentuan hukum. Pemerintah, menurut Presiden, akan mengambil langkah tegas untuk memastikan tata kelola sumber daya alam berjalan sesuai kepentingan nasional. “Karena kita tegas, meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan, meneruskan, semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Presiden.

PT DSI adalah BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang berfungsi sebagai pintu tunggal (single export gateway) Indonesia. DSI saat ini mengelola ekspor komoditas unggulan nasional, seperti batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan besi paduan (ferro alloys), yang menyumbang lebih dari 20% total ekspor nasional Indonesia. (*)