Inggris-Prancis 6-4: Inggris Juara 3, Saka Hattrick, Mbappe Top Skor

Inggris juara tiga Piala Dunia 2026 mengalahkan Prancis, 6-4, di Stadion Miami, Ahad (19/7/2026) WIB, [foto: dok.fifa/net]

MIAMI – indhiemedia.com | Inggris menjadi juara tiga Piala Dunia 2026. Mereka mengalahkan Prancis dalam drama sepuluh gol, 6-4 di Stadion Miami, Ahad (19/7/2026) WIB.

Bukayo Saka mencetak hattrick dan Kylian Mbappe mencetak dua gol yang menjadikannya sementara ini sebagai top skor Piala Dunia 2026 dan sepanjang Piala Dunia digelar.

Pertandingan di babak pertama benar-benar milik Inggris, dengan mencetak 4 gol tanpa balas. Babak kedua, barulah Prancis membalas 4 gol lagi. Namun gol Ousmane Dembele dan Jude Bellingham di injury time membuat Inggris membungkam Prancis.

Dengan kebobolan 6 gol, maka ini merupakan kekalahan Prancis terbesar di Piala Dunia setelah kalah 5-2 melawan Brasil pada 1958 lalu. Sedangkan bagi Inggris, ini merupakan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia, setelah mereka juara di kandang sendiri pada 1966 lampau. Pertandingan ini juga menjadi akhir masa kepelatihan Didier Deschamps yang sukses sebagai pelatih Prancis karena telah mempersembahkan gelar Piala Dunia di 2018 lampau.

Gol Declan Rice dari Inggris yang hanya 134 detik setelah peluit awal pertandingan, tercatat menjadi gol tercepat kedua Inggris di Piala Dunia. Rekor gol tercepat Inggris dipegang Bryan Robson pada 1982 dengan mencetak gol setelah 28 detik.

Sementara itu, Michael Olise menambah jumlah assist-nya di final global ini menjadi tujuh. Ini adalah jumlah assist terbanyak yang pernah tercatat di Piala Dunia sejak pencatatan dimulai pada 1966. Dia melampaui Pele dengan rekor enam assist untuk Brasil pada tahun 1970.

Kylian Mbappe yang telah mencetak 10 gol dalam delapan penampilan membuat dirinya menjadi pemain ketiga yang berhasil mencetak gol dua digit dalam satu gelaran Piala Dunia. Rekor ini dipegang Just Fontaine dengan 13 gol untuk Prancis pada 1958, dan Sandor Kocsis dari Hongaria dengan 11 gol pada 1954.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps mengatakan, mereka bermain buruk di babak pertama. “Ini kekalahan. Kami tertinggal 4-0; kami bermain buruk di babak pertama. Namun, kami menunjukkan perlawanan, dan ada beberapa hal yang kami lakukan dengan baik. Kami memiliki dua peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4, dan setelah itu, kami sedikit lebih agresif,” kata dia.

Dia mengaku kalah dalam pertandingan itu. “Ini kesalahan saya. Saya pasti tidak melakukan apa yang dibutuhkan di babak pertama. Setidaknya itu terlihat seperti sesuatu, meskipun kekalahan ini menyakitkan. Jelas, akan lebih baik jika kami finis di posisi ketiga,” kata Deschamps.

Sedangkan kapten Prancis, Mbappe terkejut ketika empat gol bersarang di gawang mereka di babak pertama. “Ada dua babak yang sangat berbeda. Selama babak pertama, saya dapat memahami mengapa beberapa orang berpikir kami mempermalukan diri sendiri dan tidak menjunjung tinggi seragam tim nasional. Sebaliknya, saya akan mengatakan bahwa kami manusiawi—dan kami tidak boleh seperti itu. Kami benar-benar terkejut, dan mereka benar-benar membangunkan kami,” kata Mbappe.

Prancis bangkit di babak kedua. “Di babak kedua, kami kembali menjadi pemain tingkat atas, mesin mental. Pada akhirnya, kami tidak menang, dan itu sangat disayangkan bagi pelatih [Didier Deschamps]. Kami ingin melakukan sesuatu untuknya,” ujar Mbappe. “Babak pertama memberi kesan bahwa kami mengecewakannya—bukan itu yang kami inginkan darinya. Pertandingan itu tidak akan menodai warisan Didier Deschamps.” (*)

INGGRIS
STATS
PRANCIS
54%
Ball possession
46%
19
Total shots
19
11
Shots on Target
9
469
Pass
404
5
Tendangan Sudut
5
8
Foul
14
0
Kartu Kuning
0
Rice ‘3, Konsa ’18), Saka (’37, ’45+1, penalti ’87, Bellingham ’90+8
Gol
Mbappe ’48,  ’66;  Barcola ’54; Dembele ’90+6